17 Anggota DPRD Cilegon Kunker ke DPRD Medan

Iswanda Nanda Ramli serahkan cendrmata bersama Sekwan DPRD Medan Abdul Azis ke DPRD Cilegon yang melakukan kunker, Rabu (8/2/) foto-SB/01)

Sentralberita|Medan~ Sebanyak  17 Anggota Komisi III DPRD Cilegon melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Medan, Rabu (8/2), diterima wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli dan Sekwan DPRD Medan Abdul Azis.

Setibanya di DPRD Medan, rombongan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Cilegon, Babay Suhaemi langsung diterima Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda ‘ Nanda ‘ Ramli didampingi Sekwan Abdul Azis serta Kabag Humas Yuslizar Usman.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi III DPRD Cilegon mengatakan bahwa pihaknya sengaja menjadwalkan kunjungan ke Medan dengan alasan mendapatkan informasi dan masukan dalam upaya membuat strategi peningkatan dan optimalisasi PAD dari Pemko Medan.

“Terkait kunjungan ini, kami (Anggota DPRD Cilegon- red) ingin belajar mengenai sejumlah aturan yang membantu pembangunan kota Cilegon dalam meningkatkan PAD. menurutnya potensi PAD yang ada di kota Cilegon sangat luar biasa. Kami anggap Kota Medan sangat berhasil dalam meningkatkan PAD nya,”ujarnya.

Dikatakan Suhaemi, PAD Pemkot Cilegon saat ini berjumlah Rp 660 Miliar dengan APBD tahun 2017 yakni Rp 1, 3 Triliun.

“Untuk itu, maka pencarian sumber PAD merupakan upaya yang perlu dilakukan oleh pemkot Cilegon, ” beber politisi Gerindra itu.

Untuk itu DPRD Cilegon berharap Pemko Medan dapat berbagi kiat-kiat dalam menggali dan mengembangkan sektor-sektor yang dapat meningkatkan PAD.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli mengapreasiasi kunjungan DPRD Cilegon untuk belajar dan sharing mengenai potensi peningkatan PAD di Kota Medan.

Dijelaskan politisi Golkar itu bahwa PAD Medan pada tahun 2016 sebesar Rp 1,9 Triliun yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak penerangan umum, retribusi parkir, retribusi IMB dan pajak reklame.

Dimana, saat ini Pemko Medan terus menggenjot PAD dari pajak reklame yang diharapkan menjadi potensi yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Pajak reklame dianggap dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Medan mempunyai potensi serta prospek yang cerah melihat perkembangan berbagai macam produk yang semakin meningkat. Selain itu, meningkatnya kebutuhan perusahaan, ” tandasnya sembari menyebutkan APBD Medan 2017 sebesar Rp 5, 2 Triliun.

Di Medan, katanya terkenal dengan durian dan bika Ambon( SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan