Pemerintah Alokasikan 1.035 Triliun untuk Pasar Tradisional

pasar tradisional (Kom)

Sentralberita| Jakarta~Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan setidaknya Rp 1.035 triliun anggaran tahun ini untuk pasar rakyat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pasar.

“DAK Pasar ditujukan untuk revitalisasi pasar rakyat dan pembangunan pasar rakyat baru Tipe C dan D,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Anggaran DAK Pasar mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Boediarso memaparkan, pada 2015 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 690 miliar untuk DAK Pasar. Alokasi anggaran DAK Pasar dinaikkan pada 2016 menjadi Rp 999,6 miliar.

Sebagaimana diketahui selain bersumber dari DAK Pasar, revitalisasi pasar rakyat juga dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melalui dana tugas pembantuan.

Jumlah pasar rakyat yang dibangun dan atau direvitalisasi melalui dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan pada 2016 sebanyak 133 pasar di 131 kabupaten dan kota.

Realisasi anggaran pembangunannya sampai dengan 30 Desember 2016 sebesar Rp 1.083 triliun atau 97 persen dari kebutuhan anggaran.

Namun demikian, realisasi pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional tersebut rupanya meleset dari rencana awal sebanyak 168 pasar di 166 kabupaten dan kota dengan anggaran sebesar Rp 1,466 triliun.

Carry Over

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan, sebanyak 32 pasar diluncurkan (carry over) pada 2017.

Sedangkan tiga pasar mengundurkan diri yaitu Pasar Kemangi di Kota Pangkal Pinang, Pasar Montaain di Kabupaten Belu, serta Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar.

“Realisasi 2016 tidak terkejar karena ada penghematan (anggaran), sehingga 32 pasar harus di-carry over ke 2017,” kata Oke di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Pada tahun 2017, jumlah pasar yang rencananya akan dibangun dari dana tugas pembantuan sebanyak 272 unit pasar, dengan dana mencapai Rp 1.535 triliun.(SB/01/Kom)

Comments