123 Lurah Ikuti Psychological Assessment

assSentralberita|Medan~  Sebanyak 123 lurah di lingkungan Pemko Medan mengikuti psychological assessment di Pusat Pelayanan Psikologi Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, Senin (5/12).

Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pemetaan psikologi dan potensi masing-masing lurah.  Artinya, melalui hasil psychological assessment ini akan dijadikan dasar acuan untuk melakukan penempatan sesuai dengan potensi yang dimilik

Berdasarkan data yang diperoleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, jumlah keseluruhan lurah di lingkungan Pemko Medan 151 orang. Dari jumlah itu, 133 diantaranya merupakan lurah definitif. Sedangkan sisanya 18 orang lurah lagi  masih berstatus pelaksana tugas menunggu lurah definitif terpilih.

 Meski demikian dari 133 lurah definitif ini,  10 orang diantaranya tidak mengikuti psychological assessment.  Terbukti mulai pagi sampai menjelang tengah hari, daftar absen kesepuluh lurah yang tidak hard itu masih kosong. Sejauh ini belum diketahui apa yang menyebabkan mereka tidak hadir mengikuti psychological assessment tersebut.

Meski banyak lurah yang datang terlambat melebihi pukul 08.00 WIB dari jadwal yang ditetapkan namun secara keseluruhan pelaksanaan  psychological assessment berjalan dengan lancar. Masing-masing camat tampak serius mengisi lembaran yang  telah disiapkan oleh pihak Fakultas Psikologis USU.

 Selain tulisan, aparatur Pemko Medan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini juga mengikuti test wawancara. Secara umum psychological assessment digelar dalam proses rekrutmen, seleksi maupun penempatan yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang prilaku indivisu sebagai dasar bagi pengambil keputusan lebih lanjut.

Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi didampingi Kepala BKD Kota Medan, Lahum Lubis meninjau pelaksanaan psychological assessment tersebut. Kehadiran Akhyar disambut para lurah, kebetulan saat itu tengah sesi istirahat setelah mereka mengikuti test tertulis dan menunggu test selanjutnya yakni wawancara. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan