Penebangan Pohon di Depan Podomoro, Sahat S: Dinas Pertamanan Harus Tanggungjawab

Pohon yang ditebang di depanan Podomoro (foto-SB/01)
Pohon yang ditebang di depanan Podomoro (foto-SB/01)

Sentralberita| Medan~ Dinas Pertamanan Kota Medan diminta harus bertanggungjawab dan mengusut tuntas terkait penebangan puluhan pohon di sepanjang Jl Putri Hijau-Jl Guru Patimpus depan Podomoro City Medan. Sangat disayangkan saat Walikota Medan menggalakkan penghijauan kota, konon ada oknum melakukan penggundulan pohon.

 Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan Sahat Simbolon kepada wartawan di gedung dewan, Senin (28/11). Disebutkan, Dinas Pertamanan selaku pihak terkait harus menelusuri pencurian sejumlah pohon yang diduga dilakukan pihak ke tiga.
 
“Sangat tidak masuk akal, Dinas Pertamanan tidak mengetahui siapa yang melakukan penebangan. Ini merupakan tugas mereka dan harus diusut siapa pelaku penebangan. Dinas Pertamanan harus mengadukan masalah ini ke pihak Kepolisian, itu jelas melanggar aturan, “tegas Sahat dari politisi Gerindra ini.
 
Dikatakan, terkait tindakan penebangan pohon, pelaku sudah melanggar UU Lingkungan Hidup dan dapat didenda dan dikenakan sanksi berat. Bagi pejabat selaku penanggungjawab juga dapat dikenakan sanksi administrasi.
 
Dari pantauan wartawan, Senin (28/11) puluhan jenis pohon mahoni dan palm di Jl Putri Hijau-Jl Guru Patimpus habis ditebangi yang diduga dilakukan pihak pengembang. Tampak ke dua badan jalan persis di depan Podomoro City menjadi gundul dan gersang.
 
Masih dalam pantauan wartawan, hanya puluhan tungkul batang pohon yang terlihat. Sedangkan batang dan dahan tidak lagi kelihatan. Kuat dugaan penebangan pohon dilakukan pada malam hari. Begitu juga dengan yang melakukan penebangan diduga untuk kepentingan pihak pengembang.
 
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kadis Pertamanan Zulkifli Sitepu melalui SMS mengaku pihaknya tidak ada melakukan penebangan. “Tidak lih.” Jawabnya singkat.  Ketika di SMS lagi apakah pihak Pertamanan ada memberikan izin pohon kepada pihak ke tiga? Zulkifli menjawab lewat SMS, “belum’. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan