Waspadai Peredaran Narkoba Model Baru

narkobaSentralberita|Medan~Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mengapresiasi kinerja polisi dan BNN dalam hal memberantas narkoba khususnya di Sumatera Utara. Pemberantasan narkoba ini harus lebih ditingkatkan, melihat angka peredaran narkoba di daerah ini tinggi.

‘’Waspadai peredaran narkoba model atau modus baru dan mangsa baru yang marak akhir-akhir ini. Bandar narkoba sudah mengincar sekolah mulai SD hingga lingkungan pesantren. Seluruh masyarakat harus mewaspadainya,’’ sebut Gubsu Erry dalam pemaparan bersama Polda Sumut dengan BNN Sumut di Mapoldasu, Senin (31/10).

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry Nuradi juga mengatakan, karena tingginya angka penggunaan narkoba di Sumut, Pemprovsu bersama Poldasu serta BNN akan segera membentuk Satgas Penanggulangan Narkoba Terpadu. ‘’Kami berkomitmen akan membentuk satuan tugas khusus penanggulangan narkoba,’’ tandas Erry.

Dalam pemaparan narkoba yang dihadiri langsung Kapolda Sumut  Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, dipajangkan barang bukti sabu – sabu seberat 104,08 kilogram, ganja 336,05 kilogram, ekstasi 50.433 butir dan heroin satu kilogram dengan 40 laporan polisi dan 50 tersangka.

Kepala BNN Sumut Brigjen Andi Loedianto mengatakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap modus baru penyelundupan narkoba jenis sabu – sabu yang dipasok melalui perairan. Para pelaku menyelundupkan barang terlarang yang sudah dikemas rapi itu dengan memasukkannya ke dalam tong pelampung.

“Modus baru ini untuk menghindari kecurigaan orang, termasuk jika berpapasan dengan petugas. Sepintas, tong yang mengapung di tengah perairan adalah pelampung,” ujarya.

Andi mengatakan, upaya sindikat narkoba internasional itu untuk mengelabui petugas. Narkoba itu kemudian digiring kelompok sindikat sampai ke daratan. Meski pemasok narkoba itu sangat lihai namun tetap dapat terungkap oleh petugas yang melakukan penangkapan.

“Ada sebanyak 85 kilogram sabu – sabu yang disita dari lokasi penangkapan di Labuhanbatu. Tersangkanya sedang diproses untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Kasus ini terungkap berdasarkan informasi dari level bawah, yang kemudian dikembangkan sehingga modus baru itu terungkap,” katanya.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan, seluruh barang bukti yang disita itu adalah hasil tangkapan selama bulan Oktober 2016. Saat ini, ada pil ekstasi yang dijual sangat mirip dengan permen. Ekstasi ini model terbaru. Kasus ini juga sudah terungkap,” kata Rycko.

Menurut Irjen Rycko, pil ekstasi model baru dengan warna menarik itu sengaja dibuat dan diedarkan kelompok sindikat untuk menarik perhatian dengan sasaran utamanya adalah kalangan pelajar.

Beda dengan model konvensional yang berbentuk pil, ekstasi tersebut memiliki model mirip permen. Selain memiliki model yang lebih besar dari biasanya, ekstasi tersebut memiliki warga yang menarik yakni ungu, hijau dan kuning. “Satu pil ektasi memiliki dua warga sekaligus,” ujar Rycko.

Untuk jajaran Polda Sumut, barang bukti tersebut berasal dari Polrestabes Medan, Polres Deli Serdang, Langkat, Tapteng, Polrestabes Medan, Tanjung Balai, Sidempuan dan Madina.(SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan