Istri Pejabat Jadi Model Promosikan Tenun Daerah

bub6Medan, (sentralberita)– Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi bersama ketua Dewan Kerajinan Daerah Sumut Ny Evi Diana meresmikan pelaksanaan Gebyar Kerajinan Daerah yang digelar di Merdeka Walk, Lapangan Merdeka Medan, Jumat (2/9). Gebayar Kerajinan Daerah menampilkan pameran produk dan fashion show oleh para istri pejabat yang mengenakan busana dari bahan ulos, tenun, batik dan songket.

Gubenur mengharapkan Gebyar Kerajinan Daerah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengrajin untuk promosi . Gencarnya pembangunan dan pengembangan pariwisata di Sumut khususnya kawasan Danau Toba menurut Gubsu harus dapat disikapi para pengrajin daerah. Diantaranya mempersiapkan kualitas produk kerajinan yang lebih baik.

Di Sumut saat ini memiliki 2,5 juta pelaku usaha, dimana 40% diantaranya adalah usaha mikro, 30% usaha menengah dan 30% usaha kecil. Meski cukup banyak produk kerajinan usaha kecil asal Sumut yang sudah menembus ekspor, namun sebagian besar masih dalam tahap pengembangan.

“Sebenarnya untuk membantu menghidupkan industry kerajian ini, masyarakat Sumut juga harus memberikan dukungan dalam bentuk menanamkan rasa cinta akan produk kerajinan daerah sendiri. Mari kita pakai tenunan Sumut,” imbuh Gubsu.

Kepada para pengrajin, Gubsu berpesan untuk menuangkan ide dan kreatifitas dengan tidak melupakan ciri khas daerah sendiri, meningkatkan kualitas dengan harga yang kompetitif agar bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.  

Gubsu mengatakan kegiatan Gebyar Kerajinan Daerah sudah menjadi agenda tahunan Pemprov Sumut melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi bekerjasama dengan Dekranas Daerah Sumut.

Ketua Dekranasda Provsu Ny Evi Diana mengharapkan kegiatan dapat menjadi pusat destinasi bagi para kolektor dan pencinta hasil kerajinan untuk mendapatkan koleksi terbaik kerajinan khas Sumut. “Kegiatan ini diharapkan juga sebagai media menyelaraskan program Dekranasda Provinsi dengan Dekranasda Kabupaten/kota,” ujar Evi Diana.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 2-4 September 2016 diantaranya terdiri atas pameran kerajinan unggulan daerah yang diikuti oleh Kabupaten/kota di Sumut dan perajin yang menjadi binaan Dekranas Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu digelar penampilan fashion show busana daerah dari bahan ulos, tenun, batik, songket dari berbagai daerah di Sumatera Utara oleh para disainer muda Kota Medan.

Fashion Show yang digelar tersebut menarik minat para pengunjung karena menampilkan karya busana unik modifikasi kain khas daerah seperti ulos, songket dan batik motif Sumut. Fahionshow disemarakkan oleh model yang adalah Ketua Dekranas Provsu dan Kabupaten/kota, istri-istri  unsur FKPD seperti dari Pia Ardhya Garini, Persit Kartika Chandra Kirana dan Darma yukti Karini. Disamping itu turut serta Ketua Dharmawanita Sumut dan Kab/kota, Dharmawanita univesritas, organisasi wanita di Sumut dan pengajian wanita.

Dalam kesempatan itu dilakukan MoU antara Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Ny Evi Diana Erry Nuradi dengan Ketua Dekranasda Kabupaten/kota se Sumut tentang pengisian materi promosi utuk galeri promosi dan investasi kerajinan daerah Sumut yang terletak  di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Kuala Namu. Selain itu kerjasama juga mencakup dalam  Pengisian materi promosi untuk showroom Dekranasda Provinsi Sumut di Jalan Iskandar Muda.

Pada Gebyar Kerajinan Daerah digelar juga Lomba presentasi produk-produk unggulan daerah yang akan diikuti oleh para peserta dari Kabupaten/kota. Digelar juga talkshow on air oleh radio tentang Aku Cinta Kerajinan SumateraUtara.

Ketua Panitia, Kepala BPMP Provsu Hj Purnama Dewi kegiatan Gebyar Kerajinan Daerah  digelar sejak tahun 2014 dimana terjadi peningkatan signifikan total penjualan dan pengunjung dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan pertama, tahun 2014 penjualan mencapai Rp 230.179.000,- selama tiga hari dengan jumlah peserta 36 pengrajin. Pada tahun 2015 total penjualan mencapai Rp 1.127.990.600 selama lima hari pelaksanaan dengan jumlah peserta 39 pengrajin. “Diharapkan pelaksanaan tahun ini semakin baik dan menarik minat masyarakat, wisatawan maupun pelaku usaha untuk melakukan transaksi bisnis dengan peserta,” ujar Purnama Dewi. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan