Angkat Berat Sumbang Medali Perak Buat Sumut

 Peraih medali kelas 120 kg PON XIX cabang angkat berat pose bersama Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy Sibarani didampingi Ketua PABBSI Jabar Maman Suryaman, Rabu (28/9) usai pengalungan medali (Foto-SB/Ist)

Peraih medali kelas 120 kg PON XIX cabang angkat berat pose bersama Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy Sibarani didampingi Ketua PABBSI Jabar Maman Suryaman, Rabu (28/9) usai pengalungan medali (Foto-SB/Ist)

Sentralberita| Bandung~ Cabang Angkat Berat menyumbang satu lagi medali perak untuk Sumut setelah Goncalwe Sirait menempati peringkat kedua di kelas 120 kg putra, di Gymnasium Gelora Sabilulungan, Si Jalak Harupat, Kab. Bandung, Rabu (28/9).
Goncalwe meraih medali perak setelah melakukan angkatan total 885 kg di belakang sang juara atlet tuan rumah Jawa Barat Asep Setiawan yang terlihat mendominasi.
Hadir di arena PABBSI Sekum KONI Sumut Khairul Azmi serta Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani.
Asep membuat total angkatan 932,5 kg dari tiga jenis angkatan yang dilakukan. Tak hanya meraih emas, Asep juga memecahkan rekor PON untuk jenis angkatan bench press dan total angkatan. Di bench press, angkatannya seberat 252,5 kg memecahkan rekor lama 242,5 kg. Sedangkan angkatan totalnya jauh lebih baik dibanding rekor sebelumnya 878 kg.
Medali perunggu di kelas 120 kg ini diraih Ardani dari Kaltim dengan total angkatan 877,5 kg.
Lifter Jabar lainnya, Asep Nurdin meraih medali emas dari kelas terakhir, yaitu +120.  Asep Nurdin mampu  mengangkat beban seberat 1.005 kg. Medali perak menjadi milik Rizki Apriananda (Jatim) dengan total angkatan 955 kg dan perunggu miliki Bagus Presetya juga dari Jatim dengan total angkatan 907,5 kg. Wakil Sumut yang tampil di kelas ini Teguh Imam Santosa berada di urutan kelima dengan total angkatan 870 kg.
Pelatih PABBSI Sumut Ade Irwan Sipayung mengatakan, cabang angkat berat dan besi total menyumbang tiga medali perunggu di PON XIX yakni Faebolo Dodo Gowasa di kelas 66, Mustakim (93) dan Goncalwe (120) di angkat berat serta satu medali perunggu atas nama Raziz Azizi di kelas +105 di angkat besi.
Pencapaian ini lebih baik dari PON XVIII di Riau 2012 lalu yang meriah dua medali perunggu lewat Goncalwe dan Faebolo Dodo,” ucap Ade Irwan. (SB)

Comments

Tinggalkan Balasan