MUI Kota Medan kecam pelaku aksi bom bunuh diri Pakai KTP Beragama Islam

zulf-1Medan (Sentralberita)- Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Medan mengecam keras pelaku  aksi bom bunuh diri gereja di kota  Medan dengan identitas  menggunakan KTP dengan kolom beragama Islam

Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Medan, KH Zulfikar Hajar Lc di sela sela persiapan keberangkatannya membawa jemaah calhaj KBIH Jabal Noor Medan, Minggu (29/8 ) menyebutkan, “saya kaget mendengar berita dari Radio Elshinta tentang ada peristiwa bom bunuh diri di gereja St Yoseph Jl Dr Mansyur Kota Medan,Minggu pagi tadi” sebut Ustad Zul, demikian panggilan akrabnya.

Kekagetan ustad Zulfikar Hajar beralasan karena pelaku bom bunuh diri  yang telah diamankan aparat kepolisian,  dari TKP memakai identias NIK 1271212210980001  bernama Ivan Armadi Hasugian, kelahiran Medan berusia 22 tahun dan beralamat Jl Setia Budi Gg Sehati Kec Medan Selayamg Kota Medan di indentitas kolom agama tertulis Islam.

Terlepas apakah identias pelaku benar atau palsu, yang pasti agama Islam juga agama lain di Indonesia mengutuk perbuatan biadab tersebut.

Karena  tak ada ajaran agama membolehkan umat beragama  untuk melakukan tindakak keji seperti aksi bom bunuh diri, terlebih lebih umat Islam menganggu ibadah umat bergama lain, ujar Ustad Zulfikar Hajar.

Ditambahkan Ustad Zulfikar Hajar,
Sebagai umat Islam,saya merasa tersinggung jika benar KTP pelaku palsu, apalagi sampai membuat identias mengaku beragama Islam.

Untuk itu kepada seluruh umat Islam di kota Medan diharapkan mempercayakan aparat polri untuk  pengusutan tersebut, khususnya menyangkut identitas agama Islam di ktp pelaku.

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Medan, KH Zulfikar Hajar meminta kepada Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) agar mengingatkan para tokoh  umat beragama masing masing untuk terus menciptakan situasi yang kondusif di tengah temgah masarakat dan jangan terprovokasi melakukan tindakan balasan.

“Kita serahkan pengusutan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian,
kita minta Polri transparan atas peristiwa minggu pagi itu, dengan menjelaskan, status pelaku dan identias KTP pelaku, apakah benar beragama Islam atau membawa bawa nama Islam untuk mempropvokasi umat lain” pinta Zulfikar. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan