Mantan Kepling Timbang Deli Kepergok Satroni Grosir Warga Minta Kepling IX Timbang Deli Diganti

logo sentralberitaMedan, (Sentralberita)- Warga Jalan Turi Amplas lingkungan IX Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas mengaku resah karena sering terjadi aksi pencurian dilingkungan mereka. Warga menyayangkan tindakan kepala lingkungan (kepling) Devi terkesan tidak peduli dan tidak merespon keluhan warga apalagi untuk melaporkan ke pihak berwajib.  

 Menurut pengakuan warga SK Pardosi kepada wartawan, Kamis (11/8) mengatakan, selama ini daerahnya kerap terjadi kemalingan. Sejumlah toko grosir menjadi sasaran pencuri begitu juga kendaraan becak bermotor (betor) dan sepeda motor sering hilang.
 Parahnya kata SK Pardosi, Kamis (11/9) dinihari sekitar Pkl 3.00 wib, salah satu ruko grosir milik A Molen di Jl Turi disatroni maling. Pelaku kepergok dan nyaris dihakimi masyarakat. Ternyata pelaku adalah S suami dari Devi selaku kepling IX.
 
Ditambahkan SK Pardosi, sebelumnya S menjabat Kepling IX Kel Timbang Deli, namun karena melakukan tindak kejahatan di salah satu perusahaan tempat kerja selaku security akhirnya S masuk bui. Jabatan kepling pun beralih kepada istrinya Devi.
 
“Baru sekitar 5 bulan lalu keluar penjara, terus sekarang ini kepergok mencuri lagi. Setelah S masuk penjara, jabatan Kepling digantikan istrinya yakni Devi. Kita pun heran kenapa Lurah mengangkat istrinya jadi Kepling,” cetus Pardosi.  
 
Pengakuan yang sama disampaikan warga Jl Turi, Jamili ketika dihubungi wartawan. Pelaku pencurian dilakukan S dan kepergok warga membongkar grosir milik A Molen di Jl Turi lingkungan IX. “Pelakunya mantan kepling. Dia nyaris dihakimi massa, beruntung pihak keluarga mengamankannya,” terang Jamili.
 
Terkait hal itu, SK Pardosi dan Jamili minta Walikota Medan melalui Lurah dan Camat mengevaluasi jabatan kepling IX. Warga keberatan atas pengangkatan Devi menjabat kepling yang menggantikan suaminya. Apalagi soal keamanan di lingkungan mereka tidak pernah diperhatikan se;alu rawan pencurian. “Jabatan kepling itu bukan kerajaan. Kita minta jabatan Kepling supaya diganti, “, ujar Jamili.
 
Camat Medan Amplas, Zulfakhri Ahmadi ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/8) terkait kejadian tersebut mengaku belum mendapat informasi. Namun kata Zulfakhri, terkait permintaan warga soal evaluasi jabatan kepling akan dipertimbangkan. Sedangkan tindak kejahatan  diharapkan diproses sesuai hukum.(SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan