Muhammad Faisal Akomodir Aspirasi Masyarakat dalam Reses

Muhammad Faisal berbincang dengan masyarakat Kelurahan Mangga, Kecamatan Tuntungan usai peleksanaan reses III, Jumat (15/7). Foto-SB/01)
Muhammad Faisal berbincang dengan masyarakat Kelurahan Mangga, Kecamatan Tuntungan usai peleksanaan reses III, Jumat (15/7). Foto-SB/01)

Medan, (Sentralberita)-Reses III anggota DPRD Sumut Muhammad Faisal, SE di Kelurahan Mangga, Kecamatan Tuntungan Medan, Jum’at (15/7/2016) mengakomodir aspirasi dan keluhan masayarakat mulai persoalan banjir, narkoba, pengurusan SIM, pajak, KTP dan lain sebagainya secara mendalam disampaikan.

Reses yang dihadiri kepling (Bangun) dan sejumlah tokoh masyarakat, kaum ibu serta para pemuda tersebut, Muhammad Faisal menyampaikan,  reses yang dilakukannya untuk menerima aspirasi masyarakat di daerah pemelihannya menjadi anggota DPRD Sumut dari partai Golkar.

Saat dimulai dialog, Hj Dahlia Rambe mengeluhkan banjir yang setiap saat mengancam lingkungannya dan hal tersebut telah berulangkali disampaikan kepada pemerintah daerah ini,  namun hingga saat belum ada perubahan yang membanggakan.

Muhammad Faisal mendengar penuturan tersebut mengaku akan menyampaikannya pkepada pihak yang terkait seperti Walikota Medan dan Gubernur Sumatera Utara.” Ancaman banjir ini memang sangat sulit teratasi, namun sedikit banyaknya pemerintah sudah melakukan upaya perbaikan, namun saya tetap akan menyampaikan aspirasi ini,”ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Singa Rimbun berharap agar pajak jangan dinaikkan pemerintah. Dia juga mempertanyakan tentang KTP elektronik yang sudah mati apakah diperpanjang. Bahkan hutang Pemprovsu di kabupaten/kota di Sumatera Utara menghambat proses lancarnya pembangunan di Sumatera Utara.

Muhammad Faisal yang juga Ketua Komisi D DPRD Sumut menjawab satu-satu pertanyaan dan keluhan yang dilontarkan. Soal pajak akan naik diharapkannya harus ada sosialisasi kepada masyarakat dan akan disampaiknnya ke instansi yang terkait.

“Kalau KTP elektronik yang mati, tak perlu diperpanjang karena itu KTP seumur hidup,”ujarnya sampil menjawab bahwa hutang provinsi di Kabupaten kota di Sumatera Utara tahun ini akan selesai.

“Sekdaprovsu telah menyampaikan, hutang provinsi akan diselesaikan tahun 2016 ini,”ujar Muhammad Faisal sebagaimana yang disampaikan Sekdaprovsu kepada mereka di DPRD Sumut.

Josen Sinulingga yang mengkhawatirkan bahaya narkoba untuk anak-anak saat ini dan mengusulkan agar dilakukan tes urine bagi sekolah-sekolah yang menerima siswa. Bagi Muhmmad Faisal praksi Golkar ini yang utama dilakukan pengawasan keluraga di rumah dibenahi sebaik mungkin. Meski demikian, katanya, usulan tes urine dilakukan akan didiskusikannya dengan Diknas Sumut.

Suparno yang merupakan kader Golkar di kelurahannya telah melakukan pembinaan sepakbola dan mengaku kantor Lurah mereka sangat kecil. “Saya tak banyak permohonan, namun supaya bisa dibantu bola kaki dan kantor kelurahan supaya dibenahi ,”ujarnya.

Muhammad Faisal semampunya akan berupaya mencari solusinya dan khusus untuk bola kaki akan dibantunya. “Permohonan ibu-ibu juga ada, akan saya bantu semampu saya ya,”ujarnya.

Suheri yang mengutarakan urusan SIM nyatanya cukup mahal dan dialami anaknya sendiri, berharap kepada Muhmmad Faisal bisa mendengarkan permasalahan tersebut. Faisal mengaku soal hal tersebut bukan kapasitasnya karena itu ranahnya komisi A, namun dia akan mendiskusikannya pada komisi A di DPRD Sumut, sehingga kelak komisi A bisa menyampaiknnya pada Poldasu, karena di Kabupaten lain di Sumut biayanya tak semahal di Medan. (SB/01)