Unjuk Rasa di DPRD Sumut, BPN Dinilai Bermain dengan PT Amal Tani

pengunjukrasa di DPRD Sumut, Selasa 26/4). (Foto-SB/01)
pengunjukrasa di DPRD Sumut, Selasa 26/4). (Foto-SB/01)

Medan, (Sentralberita)- Masyarakat yang tergabung dalam kelopok tani melakukan unjuk rasa atas sengketa tanah garapan mereka dengan PT Amal Tani di Kabupaten Langkat, Selasa (25/4/2016) di halaman Gedung DPRD Sumut.

Dalam orasinya koordinator aksi M. Said menyampaikan, mereka melakukan aksi atas perlakukan PT Amal Tani yang merampas tanah garapan masyarakat sejak lama, dan hingga saat ini tidak ada penyelesaiaan walau mereka telah meyampaikan laporan keperbagai pihak agar dilakukan mediasi.

“Kami melakukan unjukrasa ini menindaklanjuti HGU Tahun 1962, karena kami melai BPN bermain dengan PT. Amal Tani,”ujar M. Said.

Dalam orasinya M. Said mengngkapkan, mereka telah menyampaikan laporan ke Mendagri, Menko Polkam. “Kalau BPN tak kita tidak harap, karena instansi tersebut bermain dengan PT Amal Tani, tapi kalau Menko Polkam kita harapakan siapa yang salah itu diseret,”ujar Said.

Diceritakan, pada tahun 1977 penduduk Desa Sebertung Kabupaten Langkatmembuka lahan seluas 1.000 Hayang masih merupakan hutanuntuk dijadikan lahan pertanian dan tempat tinggal dengan izin Kepala Desa dan Camat dikarenakan lahan tersebutmasih merupakan Tanah Negara Bebas (TNB)

Semua masyarakat yang membutuhkan lahandi daftar di kantor Kepala Desa Sebertung dan masyarakat diberikan izin menggarap hanya boleh 2Ha/KK.

Pada tahun 82/1983 PT Amal Tanani yang areal perkebunannya berbatasan langsung dengan areal tanah garapan masyarakat penggarap melakukan pengrusakan dan rumah-rumah masyarakat dihancurkan dan dibakar.

Sebagai wujud kepedulian pemerintah, kata M. Said Menteri dalam negeri mengeluarkan Surat kepada Gubernur Sumatera Utara agar meneliti kebenarannya, namun hingga saat ini tidak ada penyesaiannya. (SB/01)

 

Comments

Tinggalkan Balasan