Gara-Gara Oknum Dewan, Rapat Kerja Komisi B DPRD Sumut Diwarnai Ketegangan dan Emosionalional

Rapat Kerja Gabungan Komisi B DPRD Sumut dengan para kabag perekonomian kabupaten/kota se Sumut, Selasa (12/4 (foto-SB/01)
Rapat Kerja Gabungan Komisi B DPRD Sumut dengan para kabag perekonomian kabupaten/kota se Sumut, Selasa (12/4 (foto-SB/01)

Medan, (Sentralberita)- Rapat Kerja Gabungan Komisi B DPRD Sumut  dengan  Biro Prekonomian kabupaten/kota se- Sumu, PT PIM, PT Pertamina, Bulog Drive Sumut, Biro Prekonomian Sumut, Selasa (12/4/2016)  di Gedung DPRD Sumut timbulkan ketegangan dan emosional.

Sikap emosional muncul dan dianggap tidak etis berawal dari salah seorang anggota DPRD Sumut Indra Alamsyah yang dengan arogan penyinggung perasaan para Biro Prekonomian se-Sumut dengan mengatakan Biro Prekonomian Humbahas Darwin Sihotang penjelasannya soal gas elfiji asal-asalan dan mengada tanpa didukung oleh data yang akurat.

Sihotang mengungkapkan, gas subsidi  langka di daerahnya sehingga mohon dilakukan ada penambahan kuota, akibat kelangkaan gas tersebut warga Humbahas terpaksa harus membeli gas hingga ke Medan tentu dengan biaya yang mahal.

“Jadi kami sulit memantaunya pak, karena masyarakat terpaksa harus membelinya untuk memasak dan lainnya,”ujar Sihotang.

Indra Alamsyah dengan lantang mengatakan tidak ada penambahan kuota gas 3kg untuk daerah-daerah selain Kabupaten Karo.” Kami punya data, ini sudah cukup,” katanya. sambil mengacung-acungkan selembar kertas.

Tidak cukup sampai di situ, Indra langsung menunjuk-nunjuk kepala biro perekonomian Kabupaten Humbang Hasundutan Darwin Sihotang. “Apa jabatan anda, mana datanya coba tunjukan,” teriaknya dengan suara  keras.

Sala seorang staf biro perekonomian Humbahas, Rikson M Tambunan dengan emosional pula menjawab, “Pak Dewan, kami diundang dan datang ke sini membawa aspirasi warga, juga temuan DPRD Sumut saat reses memang terjadi kelangkaan gas bersubsidi 3 kg. Sedikitpun tidak ada niat kami untuk mencari untung.

“Kami yang tahu daerah kami dan kami pun punya data:”,ujarnya. Indra tak tinggal diam dan terus ingin berargumentasi namun mendapat sorakan dari lainnya dan emosi beberapa perwakilan kabupaten/kota lainnya dan melemparkan protes keras dengan berbagai celotehan.

Ketua Komisi B, Sopar Siburian didampingi Wakil Ketua Arifai Tambunan coba menenangkan.terkait dengan data yang simpang siur tersebut kepada Kabag Perekonomian Pemprov Sumut Bondaharo Siregar diminta untuk memperbaikinya.

“Pak Bondaharo tolong beberapa hari ini dibaguskan datanya, kalau tidak akan ribut seperti ini,”ujar Arifai Tambunan.

Bondaharo berjanji akan memperbaikinya dan mengakui kesilapannya. “Saya mita maaf pak ini kesilapan saya.”ujarnya.

Indra Alamsyah saat berjalan dalam ruangan itu mengatakan, jadi bukan saya yang salah saya punya data dari Pemprovsu, katanya. (SB/01)

 

Comments