Presiden Jokowi Disarankan Jangan Pertahankan Jonan Sebagai Menhub

Anggota Komisi V DPR Rendy Lamadjido(foto/rmol)
Anggota Komisi V DPR Rendy Lamadjido(foto/rmol)

Jakartaq, (Sentralberita)-Politisi PDIP mengingatkan, kasus tabrakan Batik Air ini telah mencoreng sejarah dunia penerbangan nasional. “Awan kelabu untuk penerbangan kita,” sindirnya.
Atas kejadian ini, Rendy menyarankan Presiden Jokowi tidak lama-lama mempertahankan Jonan sebagai Menhub. Dia mengusulkan presiden mencari Menhub baru yang memahami urusan transportasi udara.
“Cari Menhub baru saja yang berlatar belakang militer biar tegas bisa mengatur aparat di lapangan. Kalau Menteri sekarang petugas di lapangan tidak didengar,” katanya.Anggota Komisi V DPR Rendy Lamadjido ini meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bertanggungjawab atas peristiwa tabrakan pesawat Batik Air dan Transnusa di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta.
“Kejadian ini menjadi bukti kalau Menteri Jonan tidak kompeten mengurus masalah transportasi udara. Kejadian ini mencoreng kinerjanya,” katanya kepada wartawan, Senin (4/4).‎
Lebih lanjut Rendy mengingatkan Menteri Jonan untuk tidak mengkambinghitamkan pihak Angkasa Pura sebagai operator bandara.
“Pejabat negara jangan biasakan diri cuci tangan. Ini pesawat penerbangan berjadwal, jadi ini tanggungjawab ada di tangan Menhub,” tukas Rendy.
Seperti diketahui, Pesawat Transnusa jenis ATR reg PK-TNJ bertabrakan dengan pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 di Bandara di Run Way Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul19.55 WIB.

Kejadian berawal saat Pesawat Batik Air sedang mencoba take off. Ternyata, di runway masih ada pesawat Atas kejadian ini, Rendy menyarankan Presiden Jokowi tidak lama-lama mempertahankan Jonan sebagai Menhub. Dia mengusulkan presiden mencari Menhub baru yang memahami urusan transportasi udara.

‎”Cari Menhub baru saja yang berlatar belakang militer biar tegas bisa mengatur aparat di lapangan. Kalau Menteri sekarang petugas di lapangan tidak didengar,” katanya.

‎Lebih lanjut Rendy mengingatkan Menteri Jonan untuk tidak mengkambinghitamkan pihak Angkasa Pura sebagai operator bandara.

‎”Pejabat negara jangan biasakan diri cuci tangan. Ini pesawat penerbangan berjadwal, jadi ini tanggungjawab ada di tangan Menhub,” tukas Rendy.

‎Seperti diketahui, Pesawat Transnusa jenis ATR reg PK-TNJ bertabrakan dengan pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 di Bandara di Run Way Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul19.55 WIB.

‎Kejadian berawal saat Pesawat Batik Air sedang mencoba take off. Ternyata, di runway masih ada pesawat Transnusa yang sedang di towing menuju hanggar(SB/01/RMOL)

 

Comments