200 orang Mahasiswa Terima Beasiswa Cahaya Pintar

pesantren

Medan, (Sentralberita)-Plt Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi menyerahkan beasiswa Cahaya Pintar Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada 200 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi di Sumut senilai Rp 4 M di Gedung Farmasi USU, Selasa (29/3).  Bantuan merupakan penyaluran dana yang disalurkan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) PT PLN Persero.

 Penyerahan disaksikan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Amir Rosidin, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, para rektor dan General manager PT PLN regional Sumatera dan ratusan mahasiswa.  Dalam kesempatan itu dilaksanakan juga penyerahan Bantuan Pesantren Bersih, Bea Dedikasi Pengajar, Pembangunan Mesjid Agung dan Masjid Raya Nias dengan total Rp 400 juta. Utuk Beasiswa Cahaya Pintar  diberikan kepada mahasiswa USU, Unimed, UIN, UISU, UMSU, UNIVA dan UMN dengan total Rp 4 milyar.

 Plt Gubsu mengungkapkan terimakasih kepada PT PLN yang ikut membantu para mahasiswa berprestasi dan kurang mampu di Sumut. Dia mengharapkan bantuan dapat berkesinambungan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Dalam setahun, kata Erry,  LAZIS PLN mengumpulkan Rp 120 milyar dan dibagi kepada seluruh provinsi. Sumut mendapat jatah Rp 4 milyar, kita harap tentunya ke depannya mahasiswa yang menadapat beasiswa dapat ditingkatkan,” kata Erry.

 Erry yakin mahasiswa yang dibantu akan ikut mendoakan agar PT PLN semakin sukses terutama dalam memberi pelayanan kelistrikan kepada seluruh masyarakat. “Semoga tahun depan lebih sukses lagi. Tentu masih banyak lagi mutiara yang belum dapat bantuan, saya minta tambah syarat satu lagi, yaitu jangan memilih mahasiswa yang suka ikut demo, apalagi yang dibayar,” canda Erry yang membuat mahasiswa tertawa.

 Dalam kesempatan itu Plt Gubsu menjelaskan saat ini Sumut memiliki beban puncak 1850 MW. Setelah defisit bertahun-tahun, saat ini Sumut sudah memiliki cadangan listrik 5-7%. “Namun itu belum cukup, kalau ada pembangkit rusak harus ada pemadaman,” katanya.  Listrik menurutnya adalah kunci sukses dari pertumbuhan ekonomi. Dia mengaku menemukan banyak investor yang berminat investasi ke Sumut namun terganjal soal listrik.

 Amir Rosidin menjelaskan bantuan kepada 200 mahasiswa merupakan program yang dilakukan setiap tahun. Secara nasional  diberikan kepada 1.750 mahasiswa. “Setiap mahasiswa diberikan bantuan uang Rp 5/juta pertahun, yang akan diberikan  selama empat tahun terus menerus. “Mahasiswa yang mendapat beasiswa dipilih bersama rektor, dengan kriteria nilai bagus dan kemampuan finansial kurang mampu,” ujar Amir.

 Dia berharap dengan pemberian beasiswa dapat melahirkan generasi yang berguna bagi bangsa dan negara setelah lulus. “Kalian nanti bisa juga berkarya di PLN karena Setiap tahun PLN terima pegawai baru 5.000 orang. Jadi silahkan belajar dengan baik dan ikut melamar, syaratnya secara akademisi bagus dan kesehatan juga harus bagus,” katanya. (SB/01)

Comments