Wagirin :Jika tidak Segera Diselesaikan Sengketa Lahan Eks PTPN II Dikhawatirkan Komplik di Masyarakat

Wagirin Arman melakukan Reses di Deliserdang (Foto-SB/Ist)
Wagirin Arman melakukan Reses di Deliserdang (Foto-SB/Ist)

Medan, (Sentralberita)  –  Anggota DPRD Sumatera Utara daerah pemilihan SumuT III dari Fraksi Partai Golkar, H Wagirin Arman,S.Sos mendesak pemerintah segera menuntaskan penyelesaian lahan eks HGU PTPN II seluas 5873 hektar di wilayah Kabupaten Deliserdang. Sebab jika persoalan itu tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan menimbulkan gejolak dan konflik di masyarakat.

“Persoalan ini jangan dianggap remeh oleh pemerintah pusat, sebab kita khawatir jika tidak segera diselesaikan akan  menjadi ‘bom waktu’ konflik di masyarakat. Untuk itu, pemerintah harus segera bertindak dan jangan biarkan perpecahan di masyarakat terjadi nantinya,”tegas Wagirin Arman di hadapan massa sekitar 300 orang saat dirinya melakukan kegiatan reses di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/3/2016) malam.
Dalam penyampaian resesnya, Wagirin Arman juga memaparkan kondisi bangsa Indonesia saat ini berada pada posisi bahaya serangan terhadap narkoba. Sebab, saat ini peredaran narkoba tidak hanya melanda kota-kota besar seperti Kota Medan, namun juga melanda pelosok desa dan dusun di Kabupaten Sumatera Utara, tidak terkecuali di Deliserdang.
Untuk itu. Wagirin Arman mengajak segenap lapisan masyarakat agar turut serta menggiatkan pemberantasan narkoba di daerahnya masing-masing khususnya lingkungan keluarga. “Jangan biarkan anak bangsa kita terkena narkoba. Mari kita lawan bersama serangan narkoba dimanapun berada. Sekalipun jika ada anggota keluarga kita sendiri yang terkena narkoba maka sebaiknya segera serahkan ke penegak hukum untuk direhabilitasi, bukan malah membiarkan apalagi melindunginya,”kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Deliserdang ini.
Selain itu, dalam pidato resesnya Wagirin Arman juga mengajak segenap lapisan masarakat di Sumut agar senantiasa melaporkan setiap adanya warga pendatang atau baru masuk di kampung atau lingkungannya masing-masing. Ini diperlukan untuk mengantisipasi dan mendata orang tersebut.
Selanjutnya saat tanya jawab, seorang warga Desa Bangun Sari mengaku bernama Muliadi berharap kepada Wagirin agar memperjuangkan kucuran dana dari pemerintah diperuntukkan bagi para pelaku usaha kecil. Sementara warga lainnya bernama Sri meminta kepada Wagirin Arman, agar memperjuangkan ke Pemkab Deliserdang terkait penyaluran raskin benar-benar tepat sasaran.
Menyahuti aspirasi masyarakat, Wagirin Arman berjanji akan semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi warga. “KIta berharap pemerintah dalam mengalokasikan dana bersumber APBD hendaknya juga memprioritaskan bagi pelaku usaha kecil. Begitu juga terkait pembagian raskin hendaknya kedepan jangan ada lagi pembagiannya yang tidak tepat sasaran,”sebutnya. (SB/01)

Comments

Tinggalkan Balasan