Konsep Otomatis

Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun, Jumat (foto-ist)
Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun, Jumat (foto-ist)

Medan, (Sentralberita)- Plt Gubsu H T Erry Nuradi mengatakan peristiwa pembantaian para sulatan, keluarga sultan dan para petinggi serta masyarakat Melayu pada 70 tahun silam patut terus dikenang agar tidak terulang.

Tragedi 70 tahun menjadi catatan sejarah, agar ke depan kita lebih bersatu,” kata Plt Gusu saat menghadiri acara Melawan Lupa peringatan 70 tahun revolusi sosial di Sumatera Timur 1946 di halaman Mesjid Raya Al Mahsun, Jumat (4/3).

Acara yang dihadiri ratusan warga itu dihadiri Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi, Sultan Langkat Tengku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj (HT Azwar Azis), Sultan Serdang Tengku Achmad Tala’a,  Sultan Asahan Tuanku Kamal Osman Delikhan Alhajj, mewakili Sultan Deli, serta sejumlah Dzuriat Tengku dan Datuk.

Plt Gubsu mengatakan, jika kita telisik lagi revolusi sosial di Sumatera Timur menyimpan banyak duka dan penderitaan. “Terjadi penyiksaan, pembunuhan, penculikan ,dan tindakan amoral lain yang dilakukan segelintir orang yang seolah menjadi pahlawan.
“Banyak yang gugur termasuk sultan, para petinggi dan keluarga serta masyarakat. Bukan hanya melayu saja yang dibantai, namun etnis lain juga menjadi korban,” ujarnya.
.

Comments

Tinggalkan Balasan