Ternyata Berbisnis di Usia Muda Lebih Menyenangkan

profil bisnis muda 2Sentralberita- Berbisnis di usia muda bagi sebagian orang terasa lebih menyenangkan. Masih banyak potensi serta kreatifitas yang bisa di asah demi menghasilkan pundi-pundi pendapatan. Tak jarang, mereka hadir dengan berbagai inovasi dan strategi terbaru untuk meningkatkan bisnis mereka.

Misalnya saja seperti salah satu wirausaha muda Intan Kusuma Fauzia yang mengelola bisnis hijab bersama sang adik secara online melalui akun Instagram ketika berusia 20 tahun. Bisnis yang bernama Vanilla Hijab itu kini tengah berada pada tahun ketiga dan semakin banyak pelanggan yang mendatanginya. Menyadari hal ini, ia semakin menunjukkan kemampuannya dalam memajukan usahanya.

“Kami sudah membuat aplikasi Vanilla Hijab di android. Sudah bisa di-download tapi belum bisa dipakai untuk transaksi karena masih mau ‘digodok’ lagi,” cerita Intan.

Wanita 23 tahun ini menceritakan, selain Instagram, sejak tahun lalu ia juga sudah memiliki situs sendiri yang menampilkan produk-produk buatan dirinya dan sang adik. Tetapi para konsumennya merasa lebih nyaman jika berbelanja langsung melalui sms atau aplikasi pesan instan karena mereka lebih suka dilayani secara personal.

“Ke depannya kami juga mau mengembangkan aplikasi untuk iOs agar bisa di-download di iPhone. Kami kan nggak selamanya ada di Instagram,” tuturnya.

Inovasi dan strategi lain dalam memajukan bisnisnya datang dari Dea Valencia selaku pemilik lini busana Batik Kultur. Usaha yang dibentuk pada 2011 ini semakin berkembang dengan banyaknya pelanggan yang tak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Hong Kong, Belanda, dan lain-lain.

Demi mengembangkan bisnisnya dan bisa bersaing dengan produk yang sama, Dea mengaku konsisten dalam merancang serta memproduksi produk baru. Ia juga terus bereksplorasi menggali kain tradisional Indonesia agar bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang lebih modern.

“Saat ini kami dapat memproduksi satu seri produk selama dua hingga tiga bulan sehingga konsumen bisa terus mendapatkan pilihan baru dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya saat diwawancarai Wolipop beberapa waktu lalu.

Strategi penjualan lain yang diterapkannya tidak hanya seputar produksi saja, ia juga semakin banyak belajar dan memperbaharui pengetahuannya mengenai fashion khususnya tren yang sedang marak di dunia mode internasional. Cara ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan pelanggannya.

Cerita berbeda datang dari Keshia Deisra, pemilik bisnis kuliner Dulcet Patisserie. Usaha pembuatan kue dan cupcake yang dikelola bersama sang kakak, Karina ini sukses berkat bantuan sosial media dan mulut ke mulut. Wanita yang memulai bisnisnya sejak usia 17 tahun itu mengaku agak sedikit kewalahan dalam menangani permintaaan pelanggan.

Pesanan kuenya selalu menumpuk terutama pada saat akhir pekan atau hari-hari perayaan besar. Agar hal tersebut bisa diatasi segera, Keshia yang terjun ke bisnis kuliner setelah lulus SMA ini ingin meningkatkan kapasitas produksinya.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas dapur serta meluaskan jangkauan wilayah pengantaran untuk menampung keinginan pelanggan yang semakin meningkat,” demikian ujarnya (SB/DTC/01)

Comments