Saya Bangga Hidup di Atas Kapal Perang

 

Amin Hasibuan, salah seorang peserta KPN yang diselenggarakan Kemenpora beberapa waktu lalu
Amin Hasibuan, salah seorang peserta KPN yang diselenggarakan Kemenpora beberapa waktu lalu

Medan,(Sentralberita)- Saya sangat bangga mengikuti Kapal Pemuda Nusantara/Lintas Nusantara dan Pemuda Bahari Sail Tomini 2015, selain saya dapat mengenal keragaman Indonesia, saya juga mengerti bagaimana rasanya hidup di atas kapal perang KRI Telk Bintuni 520.

Betapa tidak, selama kurang lebih 28 hari, pengetahuan saya akan mengoperasikan kapal dan segala system yang ada di dalamnya dapat dapat saya ketahui, tutur Amin Antoni Hasibuan salah seorang peserta dalam kegiatan pelayaran Kapal Pemuda Nusantara/Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (KPN/LKRPB) dalam Sail 2015.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama kementerian dan sejumlah instansi lainnya itu berlangsung 28 Agustus sampai 26 September 2015, diikuti 282 dari 5×34 provinsi dari seluruh Indonesia, ditambah delegasi Kemenpora, delegasi Universitas Indonesia, delegasi BKKBN, delegasi ASEAN (Myanmar, Malaysia, Vietnam dan Timor Leste) delegasi PMI, dan delegasi Kemenko PMK.

. Amin yang merupakan utusan dari Sumatera Utara bersama empat orang temannya yakni Riki Ardoni, Rizki Ananda, Nurhayati dan Nuraini menceritakan di atas kapal itu mereka saling berinteraksi, berdialog, berdiskusi tentang isu-isu regional dan nasional yang berkembang, mempelajari budaya yang berbeda, mempelajari potensi sumber saya alam dan lain sebagainya.

Para nara sumber memperkenalkan potensi kekayaan kelautan, matra laut sebagai media komunikasi, sector industri dan jasa maritim, kewirausahaan berbasis kelautan dan potensi wisata bahari.

Tujuannya untuk meningkatkan kecintaan pemuda terhadap tanah air, meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme , meningkatkan kecintaan kebaharian di kalangan pemuda, mengembangkan jiwa wirausaha dan industry kebaharian dan meningkatkan persaudaraan dan kerjasama di kalangan pemuda.

Menjelang keberangkatan mereka , diawali pembekalan yang dibuka Kemenpora Imam Nahrowi dan Kepala Staf TNI AL Ade Supandi, malamnya dilakukan pergelaran seni.

“Setiap malam selepas ishoma selalu ada 4-5 provinsi yang menampilkan kesenian masing-masing daerah, tutur Amin seraya mengaku setiap menapilan dari Sumatera Utara selalu diiringi pemberian ulos.

Menurut Amin, peserta yang berasal dari berbagai provinsi memiliki cara hidup, tradisi dan budaya trasional yang berbeda, memperkenalkan budaya dan kemampuan yang dimiliki dengan pergelaran seni music, tari, video maupun drama.

Kunjungan ke instansi pemerintahan dan bakti social mendapat sambutan hangat dari pemerintah yang dikunjungi, terutama ketika acara puncak Sail Tomini oleh Presiden RI di Paragi Moutong, Sulawesi tengah. “Kami bersalaman dengan RI Joko Widodo,”tutur Amin seraya mngungkapkan, rombongan kapal KPN saat turun ke lokasi Sail Tomiuni 2015 dengan menggunakan LCVT.

Sepanjang rute yang dilalui Jakarta-kota Bharu (Kalimantan Selatan)- Pulau Siau (Sulawesi Utara)-pulau Melonguane (Sulawesi Utara)-Ternate (Maluku Utara)-Parigi Mautong (Sulawesi Tengah, Pulau Muna (Sulawesi Tenggara) dan kembali ke Jakarta, ibadah dan kegiatan keagamaan tak pernah terlupakan.

Kenangan yang indah yang tak pernah saya lupakan bertepatan Idhul Adha di atas kapal di tengah lautan dari Pulau Muna (Sulawesi Tenggara menuju Jakarta. Di saat itu, sebelum pelaksanaan Idul Adha, seluruh penghuni kapal berinisiatif membeli qurban sebanyak dua ekor sapid an empat ekor kambing dari uang sukarelawan penghuni dan awak kapal.

“Alhamdulillah saya ditujuk jadi khutbah Idhul Adha di atas kapal KRI 520, kami sholat di laut tengah perairan laut Jawa dengan khusuk dan syahdu , kenang Amin.

Hal lain diapun merasa bangga kepada para nara sumber dan unsur pemerintah yang memberikan pengetahuan dan pengalaman hidup sebagai generasi muda terutama tentang kehidupan di atas kapal dengan mlelintasi gelombang lautan.

“Kami diajari peran pendaratan dan peran peninggalan kapal, siaran radio kapal, prngenalan anjungan dan mesin kapal serta pengenalan pakaian seragam Dinas TNI Al,”tandasnya seraya menyebut berbagai materi yang diberikan nara sumber menjadi dinamika kelopok.

Diakhir perjalanan dilakukan kilas balik Kenangan Dibuang Sayang. Bagi Amin, kegiatan yang mereka ikuti luar biasa untuk meningkatkan kapasitas para pemuda menuju masa denpan yang lebih baik sebagai generasi penerus cita-cita bangsa dan NKRI. (SB/01).

 

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan